SELARAS.CO.ID — Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan pada Senin (14/9/2026), menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Suahasil menjadi figur ketiga yang menempati kursi bendahara negara sejak Prabowo dilantik pada 20 Oktober 2024. Dalam kurun kurang dari dua tahun, Kementerian Keuangan sudah tiga kali berganti pemimpin.
Pelantikan Suahasil menandai pergantian ketiga di Kementerian Keuangan sejak awal pemerintahan Prabowo. Sebelumnya, kursi Menteri Keuangan diisi Sri Mulyani Indrawati selama sekitar 10 bulan, lalu Purbaya Yudhi Sadewa yang masuk pada September 2025. Estafet kepemimpinan di kementerian yang mengelola fiskal negara itu berlangsung cepat.
Tiga nama itu datang dari latar berbeda. Sri Mulyani dikenal sebagai teknokrat yang lama berkecimpung di kursi Menteri Keuangan pada era pemerintahan sebelumnya. Purbaya memiliki latar akademik dan pernah menempati posisi di lingkungan Kementerian Keuangan. Suahasil sebelumnya menjabat Wakil Menteri Keuangan dan kini naik ke posisi tertinggi.
Sri Mulyani, 10 Bulan di Awal Pemerintahan
Sri Mulyani Indrawati menjadi Menteri Keuangan pertama di kabinet Prabowo. Ia menjabat sekitar 10 bulan sejak Oktober 2024 sebelum digantikan Purbaya pada September 2025. Periode itu bertepatan dengan penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara serta penyesuaian program prioritas pemerintah baru.
Selama menjabat, Sri Mulyani menghadapi tekanan menjaga ruang fiskal di tengah program belanja besar kabinet. Kementerian Keuangan menjadi tumpuan untuk memastikan penerimaan negara tetap menopang kebutuhan pembiayaan.
Purbaya Yudhi Sadewa dan Transisi Anggaran
Purbaya Yudhi Sadewa menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Ia memimpin Kementerian Keuangan pada fase transisi anggaran, termasuk masa penyusunan rencana belanja tahun berikutnya. Posisinya berakhir ketika Prabowo melantik Suahasil pada Senin (14/9/2026).
Pergantian di tengah siklus anggaran biasanya menuntut penyesuaian cepat di jajaran eselon Kementerian Keuangan. Arah kebijakan fiskal, target penerimaan, dan realisasi belanja menjadi pekerjaan rumah yang berpindah tangan.
Suahasil Nazara dan Tugas Berat di Kursi Bendahara Negara
Suahasil Nazara kini mengemban tanggung jawab sebagai Menteri Keuangan ketiga. Ia sebelumnya berada di lingkungan kementerian yang sama, sehingga dianggap mengenal mesin birokrasi dan posisi fiskal terkini. Pelantikannya dilakukan Prabowo di Jakarta pada Senin (14/9/2026).
Tugas yang menanti tidak ringan. Kementerian Keuangan harus menjaga keseimbangan antara kebutuhan belanja program prioritas dan disiplin fiskal. Penerimaan pajak, pengelolaan utang, serta belanja subsidi menjadi beberapa area yang selalu jadi perhatian pasar.
Dua Tahun, Tiga Arah Kebijakan
Dalam kurang dari dua tahun, Kementerian Keuangan dipimpin tiga figur dengan gaya dan prioritas berbeda. Sri Mulyani membawa pengalaman panjang di keuangan negara. Purbaya masuk dengan latar akademik dan riset ekonomi. Suahasil datang dari dalam struktur kementerian itu sendiri.
Pergantian yang cepat di kursi Menteri Keuangan selalu memunculkan pertanyaan soal kesinambungan kebijakan. Pelaku pasar umumnya mencermati apakah target fiskal, arah belanja, dan program pembiayaan tetap berjalan sesuai rencana yang sudah disusun.
Bagi masyarakat, dampak pergantian ini terasa lewat kebijakan yang menyentuh langsung kehidupan sehari-hari, mulai dari belanja subsidi hingga program bantuan. Arah fiskal yang dipegang Menteri Keuangan menentukan seberapa besar ruang yang tersedia untuk program-program tersebut.