Rilo, Startup AI Pemasaran dengan Teknologi Workflow Otomatis, Resmi Bergabung ke Adobe

Rilo, Startup AI Pemasaran dengan Teknologi Workflow Otomatis, Resmi Bergabung ke Adobe
Adobe mengakuisisi Rilo, startup AI pemasaran dengan teknologi workflow otomatis, untuk memperkuat portofolio kecerdasan buatannya.

SELARAS.CO.ID — Adobe memperluas portofolio kecerdasan buatan untuk pemasar melalui akuisisi Rilo, perusahaan rintisan yang didirikan pada 2025 oleh Georgi Boby dan Dhruv Jaglan, dua lulusan Institut Teknologi India (IIT). Kesepakatan mencakup lisensi teknologi dan pengambilalihan tim yang beranggotakan enam orang, sebagaimana dikonfirmasi perusahaan kepada TechCrunch.

Apa Itu Rilo dan Perannya bagi Adobe?

Rilo membangun platform yang membantu tim pemasaran dan penjualan membuat alur kerja otomatis untuk berbagai kebutuhan. Fungsinya mencakup riset kompetitor, daur ulang dan distribusi konten, hingga analisis panggilan penjualan.

Teknologi ini memungkinkan pengguna menyusun alur kerja yang dapat disesuaikan, mirip dengan kemampuan yang ditawarkan Claude Cowork atau ChatGPT Work dari OpenAI. Dengan integrasi ini, Adobe berpotensi memperkuat produk Creative Cloud dan Experience Cloud yang menyasar korporasi besar.

Teknologi yang Mampu Otomatisasi Alur Kerja Pemasaran

Kebutuhan akan otomatisasi pemasaran meningkat seiring adopsi AI generatif di kalangan profesional. Rilo membantu perusahaan melacak efektivitas kampanye, mengekstrak item tindak lanjut dari rapat, dan meningkatkan visibilitas merek di platform seperti ChatGPT, Gemini, dan Claude.

Keahlian tim Rilo dalam membangun alur kerja yang adaptif dinilai selaras dengan arah pengembangan Adobe di segmen pengalaman pelanggan (customer experience). Rahul Gupta, Managing Partner Day Zero Ventures, menyebut produk Rilo berada di depan kurva dan akan bernilai besar bagi Adobe dalam meningkatkan produktivitas pengguna.

Perjalanan Pendanaan dan Nilai Akuisisi

Sebelum diakuisisi, Rilo telah mengumpulkan dana segar senilai US$ 1 juta atau sekitar Rp 16,5 miliar dari PeakXV, DeVC, dan Day Zero Ventures. Pendanaan itu diberikan dengan valuasi perusahaan mencapai US$ 10 juta (sekitar Rp 165 miliar).

Investor disebut akan mendapatkan exit dari kesepakatan ini. Sumber yang mengetahui transaksi mengatakan Adobe akan mengintegrasikan sebagian kekayaan intelektual Rilo beserta timnya, sementara layanan Rilo untuk pelanggan akan dihentikan setelah akuisisi rampung.

Rahul Mathur dari DeVC menilai teknologi Rilo dapat ditempatkan dalam rangkaian CX dan pemasaran Adobe untuk menangani alur kerja kompleks. Integrasi ini diharapkan memberi pelanggan visibilitas atas setiap tindakan yang mereka lakukan di platform Adobe.

Persaingan di Ranah AI Pemasaran Makin Ketat

Akuisisi ini mempertegas agenda Adobe memperkuat lini pemasaran digital. Pada 2025, Adobe membeli perusahaan optimasi mesin pencari Semrush dengan nilai US$ 1,9 miliar atau sekitar Rp 31 triliun.

Langkah serupa juga dilakukan kompetitor. Canva gencar menambah kapabilitas pemasaran lewat akuisisi dan peluncuran fitur baru. Sementara itu, Amazon, Google, dan Meta telah membangun layanan pemasaran bertenaga AI mereka sendiri.

Bagi pengguna Adobe di Indonesia, akuisisi ini berpotensi menghadirkan fitur otomatisasi pemasaran yang lebih cerdas pada produk seperti Adobe Experience Cloud. Namun, belum ada keterangan resmi kapan teknologi Rilo akan diintegrasikan ke produk publik.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index