Pencarian Korban Kapal Terbalik Siprus Terus Berlanjut, 10 Tewas di Kedalaman 514 Meter

Pencarian Korban Kapal Terbalik Siprus Terus Berlanjut, 10 Tewas di Kedalaman 514 Meter
Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian korban feri FiloJet di kedalaman 514 meter perairan Siprus pada hari kelima.

SELARAS.CO.ID — Operasi pencarian korban kecelakaan feri FiloJet di perairan Siprus memasuki hari kelima pada Jumat (4/9/2026). Dua kapal khusus Angkatan Laut Turki yang dilengkapi drone bawah air terus bekerja sepanjang waktu untuk menjangkau bangkai kapal yang berada di dasar laut.

Operasi Pencarian di Kedalaman 514 Meter

Feri FiloJet mengangkut 267 orang ketika terbalik tak lama setelah bertolak dari Pelabuhan Kyrenia di pesisir utara pulau yang terpecah itu pada Minggu (30/8/2026). Tim penyelamat sempat mengevakuasi 239 penumpang yang selamat.

Perdana Menteri TRNC Unal Ustel menyatakan keyakinannya bahwa seluruh korban hilang telah ikut tenggelam bersama kapal yang kini berada di kedalaman 514 meter. Yilmaz memperkirakan jumlah korban jiwa masih akan bertambah dalam beberapa hari mendatang.

Warga Turki Dominasi Korban Jiwa

Sebelum penemuan jenazah terbaru, pihak berwenang menyatakan delapan korban tewas semuanya warga negara Turki. Dari 20 orang yang sempat dilaporkan hilang, 18 di antaranya merupakan warga Turki dan dua lainnya berasal dari Siprus utara.

Otoritas belum merinci kewarganegaraan dua jenazah yang ditemukan dalam kurun waktu 24 jam terakhir. "Satu jenazah lagi telah ditemukan dan diangkat ke permukaan... Jumlah korban tewas kini bertambah menjadi 10 orang," kata Yilmaz dalam konferensi pers di TRNC, Jumat (4/9/2026).

Kotak Hitam Belum Ditemukan

Tim penyelidik hingga kini belum berhasil mengambil voyage data recorder (VDR) atau kotak hitam feri tersebut. Paduan suara data penerbangan dan pelayaran itu dinilai krusial untuk mengungkap penyebab kapal terbalik secara tiba-tiba.

Kecelakaan ini menjadi ujian bagi kerja sama pencarian dan penyelamatan antara Ankara dan otoritas Siprus utara, wilayah yang hanya diakui secara resmi oleh Turki. Kunjungan Yilmaz ke TRNC menegaskan komitmen pemerintah Turki dalam menangani proses evakuasi korban dan investigasi penyebab insiden.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index