Pemilihan Ketum PBNU di Muktamar NU Jombang Mundur, Baru Digelar Minggu Pagi

Pemilihan Ketum PBNU di Muktamar NU Jombang Mundur, Baru Digelar Minggu Pagi
Muktamirin mengikuti proses rekapitulasi suara pemilihan anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) di GSG Ponpes Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Sabtu (29/8) malam.

SELARAS.CO.ID — Jombang, 29 Agustus 2026 — Suasana di Gedung Serba Guna (GSG) Ponpes Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Sabtu (29/8) malam berubah tegang. Para muktamirin yang sedianya memilih Ketua Umum PBNU hari itu harus bersabar karena mekanisme voting justru berjalan alot dan memicu ketegangan.

Sistem pemilihan yang semula direncanakan menggunakan pemindaian QR code dari perwakilan PCNU dan PWNU gagal berjalan mulus. Panitia akhirnya mengambil keputusan darurat: voting diulang menggunakan surat suara kertas yang dimasukkan ke kotak suara. Konsekuensinya, agenda pemilihan ketua umum pun mundur.

Kenapa Pemilihan Ketum PBNU Molor?

Ketua Organizing Committee (OC) Muktamar ke-35 NU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, mengungkapkan bahwa sebelum memilih ketua umum, ada tahapan penting yang belum tuntas. Panitia masih harus melakukan tabulasi atau rekapitulasi suara untuk memilih sembilan anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA).

"Mungkin besok pagi, karena nanti masih harus ada tabulasi untuk AHWA. Anggota AHWA yang terpilih sembilan terbanyak itu ditetapkan lalu AHWA bersidang," ujar Gus Ipul kepada wartawan di sela-sela proses voting, Sabtu (29/8) malam.

AHWA merupakan lembaga tertinggi di NU yang berwenang memilih Rais Aam. Setelah sembilan anggota terpilih, mereka langsung bersidang untuk menentukan Rais Aam. Barulah setelah Rais Aam terpilih, proses pemilihan Ketua Umum PBNU bisa dimulai.

Rangkaian Tahapan Sebelum Puncak Acara

Proses berjenjang ini yang membuat prediksi awal pemilihan ketum pada Sabtu malam gagal terwujud. Gus Ipul memperkirakan seluruh rangkaian tersebut baru bisa dituntaskan pada Minggu pagi.

"Rasa-rasanya mungkin ya, mungkin ini perkiraan saya belum bisa (pemilihan Ketua Umum PBNU dilakukan hari ini)," kata Gus Ipul.

"Setelah ada Rais Aam terpilih nanti baru dimulai pemilihan ketua umum. Kemungkinan besar pemilihan ketua umum jelas besok," sambungnya.

Hingga pukul 23.00 WIB, proses rekapitulasi suara masih berlangsung. Para muktamirin yang hadir di GSG Ponpes Bahrul Ulum tampak menanti hasil dengan sabar, berharap seluruh rangkaian pemilihan dapat berjalan lancar dan menghasilkan kepemimpinan baru bagi organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index