SELARAS.CO.ID — Banjir bandang yang melanda sepanjang Sungai Bhote Koshi, yang mengalir dari wilayah Tibet menuju Nepal, menghancurkan infrastruktur di kawasan hilir hingga Distrik Rasuwa dan Nuwakot, Provinsi Bagmati. Material sedimen yang terbawa arus meruntuhkan bangunan, jembatan, dan proyek pembangkit listrik tenaga air Trishuli, sementara gangguan listrik dan komunikasi menghambat proses evakuasi.
Ratusan Warga Asing Masuk Daftar Orang Hilang
Nepal Tourism Board mencatat 291 warga negara asing dan 93 warga Nepal belum diketahui keberadaannya. Data awal dari perusahaan perjalanan menyebutkan 105 di antaranya merupakan warga India dan 12 warga Inggris, dengan negara lain yang terdampak meliputi Amerika Serikat, Malaysia, Afrika Selatan, Australia, dan Belanda.
Militer Nepal telah menyelamatkan 88 orang, tetapi operasi pencarian di Desa Mailung masih berlangsung. Kementerian Dalam Negeri Nepal memperingatkan potensi korban dalam jumlah besar di Timure, Syabrubesi, dan Betrawati.
26 Polisi dan 44 Anggota Militer Ikut Hilang
Menteri Luar Negeri Nepal Shishir Khanal menyampaikan bahwa 26 personel polisi, sembilan petugas polisi bersenjata, dan 44 anggota militer Nepal juga dinyatakan hilang. Jumlah itu menunjukkan aparat yang bertugas di wilayah terdampak turut menjadi korban.
Di sisi Tibet, skala kerusakan belum diketahui menyeluruh. Guan Daoxuan yang berada di Provinsi Sichuan kehilangan kontak dengan istrinya yang bekerja untuk perusahaan konstruksi milik negara yang membangun jalan dan jembatan di Tibet, sejak Rabu pagi.
Tak Ada Peringatan Dini Sebelum Bencana
Yee Liang, pengusaha Tiongkok berbasis di Kathmandu, mengaku kehilangan kontak dengan tujuh truk kontainer miliknya yang dioperasikan karyawan Nepal. "Kami telah kehilangan kontak dengan mereka semua. Tidak ada sinyal, jadi kami tidak dapat menghubungi siapa pun," katanya.
Ia menegaskan tidak menerima peringatan sebelum bencana terjadi. "Sejauh yang saya tahu, tidak ada peringatan sebelumnya. Memang ada longsor lumpur dan tanah sesekali, terutama di musim hujan, tetapi yang ini tampaknya jauh lebih serius," jelasnya.
Rekaman yang diverifikasi BBC Verify memperlihatkan sebuah jembatan di Trishuli Bazaar, Distrik Nuwakot, terlepas dari penyangganya dan terseret arus. Lokasi itu berada sekitar 25 kilometer barat laut Kathmandu, dengan permukaan Sungai Trishuli meningkat drastis sebelum arus menerjang infrastruktur di bantaran sungai.
Jalan utama menuju Kathmandu ditutup akibat kerusakan infrastruktur, menyulitkan proses pencarian di lokasi yang akses daratnya terputus. Otoritas Nepal masih memverifikasi data korban bersama perusahaan perjalanan, pemandu wisata, pemerintah daerah, dan aparat keamanan, sehingga jumlah tersebut berpotensi berubah.